Powered By Blogger

Minggu, 25 Desember 2011

Bekas tapak tapak sepatu
Yang kupakai selalu ikuti
Kemana ku berjalan

Debu dan keringat
Yang ada diatas kulit tubuh ini
Saksi bisu bahwasannya
Tak mudah dan tak segampang
Yang selama ini aku sangka 

Cermin di segala tempat
Sahabat terdekat
Tak pernah terlambat

Menampung setiap ungkapan
Mendekap semua keluhan
Meraih suka dan duka 
Walau kini kau telah tiada...
Pagi buta dia berangkat...diam-diam
Masih sempat selimuti aku....yang tertidur
Aku terharu...doaku untukmu
Sebutir peluru yang tinggal dibawah bantalnya
Bertali jadikan kalung lalu kukenakan
yang terus berlalu
Selamat jalan kawan...
Selamat menari air mata
Hei...sahabat yang terbuang
Engkau sahabatku....tetap sahabatku
Berkaca sekilas tatap Diri sendiri 
Terasa tersentuh jiwa SENDIRI Yang kosong ini 
Kau berlari menembus tirani Kau mencari seribu mimpi

Termenung Dalam, cerita lama 
terbenam Tinggalkan kenangan DENGAN teman sehati

Kau berlari menembus tirani
Kau mencari seribu mimpi

Dunia sepertinya Keras Roda Kehidupan sirna
Coba carikan tujuan Walau Tanpa kepastian
ambil jalan Yang berbeda
Adakah jiwa raga Tolong hapuskan Semua Dari Dalam, pikirannya



Kupersembahkan untukmu Kawan...
Semoga kau Tak Tersesat dipersimpang Jalan